BRI Bikin Pasar Percontohan Pengelolaan Sampah di Rogojampi

BRI

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) melakukan BRI Peduli Gerakan Anti Sampah “Yok Kita Gas”, program pengelolaan sampah terpadu yang terintegrasi dengan program lainnya. Salah satu implementasi Gerakan Anti Sampah “Yok Kita Gas” dilakukan di pasar sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

Kegiatan ini dilakukan di Jawa Timur, yakni di pasar Rogojampi Kabupaten Banyuwangi. Dilaksanakan dengan melibatkan banyak pihak untuk implementasi pengelolaan sampah baik itu organik dan anorganik, Pasar Rogojampi diharapkan menjadi pasar percontohan dalam pengelolaan sampah di Jawa Timur.

Kepala Pasar Rogojampi Budi Harianto menyampaikan sampah yang ada di Pasar Rogojampi bukan hanya berasal dari pasar, melainkan sampah dari warga sekitar pasar. Menurutnya, banyak warga yang membuang sampah di area pasar, sehingga sampah semakin bertambah dan membuat kondisi pasar menjadi kumuh.

“Sampah di pasar Rogojampi ini tidak mayoritas dari pasar karena kami juga berdampingan dengan warga. Dari warga pun ada yang membuang sampah di area pasar,” katanya dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (28/3/2023).

Diketahui program Gerakan Anti Sampah menerapkan prinsip sistematis, menyeluruh, berkesinambungan, serta mengutamakan pemberdayaan masyarakat dan literasi keuangan. Dalam pelaksanaannya, program ini juga terintegrasi dengan proses bisnis BRI dengan memberikan nilai tambah bagi perusahaan dan masyarakat.

Sementara itu, BRI juga memberikan edukasi pengolahan dan pengelolaan sampah, pemenuhan sarana dan prasarana kebersihan, serta membangun Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) di lingkungan Pasar Rogojampi. Sehingga tujuan pengelolaan sampah di lingkungan pasar menjadi lebih baik.

“Kami sebagai pengelola pasar sangat berterima kasih karena dengan bantuan TJSL ini kami dan warga sekitar bisa mengelola sampah itu sendiri,” ujar Budi.

Dia menjelaskan bantuan tersebut membuat pedagang di pasar dan warga sekitar semringah karena kondisi pasar menjadi lebih tertata dan bersih. Alhasil, Pasar Rogojampi dijadikan pasar percontohan di Kabupaten Banyuwangi terkait pengelolaan sampah.

“Waktu itu ada sosialisasi edukasi pengelolaan sampah dari BRI dan responnya bagus. Pedagang dan warga sekitar pasar Rogojampi menjadi lebih perhatian terkait sampah. Mereka menjadi patuh buang sampah pada tempatnya. Hal itu berkat hasil sosialisasi,” ujarnya.

Sejauh ini, kata Budi, tidak ada kendala dalam implementasi bantuan TJSL dari BRI. Semua pedagang dan warga di sekitar pasar kompak bergotong-royong membersihkan sampah dan bersedia diedukasi terkait pengelolaan sampah yang baik dan benar.

Selaku kepala pasar Rogojampi, Budi berharap program ini dapat terus berlanjut karena memberikan dampak positif terhadap lingkungan. Di samping itu, dia berharap BRI terus melakukan sosialisasi dan edukasi terkait pengelolaan sampah.

Terkait dengan program pengelolaan sampah BRI Peduli tersebut, Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto berharap bahwa program tersebut dapat fokus dan berdampak positif bagi lingkungan. Sampah yang dibuang diharapkan dapat dikelola dan dimanfaatkan untuk menjadi energi listrik, didaur ulang menjadi kertas, dimanfaatkan untuk campuran aspal, bahan baku plastik atau bahan baku jenis organik lain, dan dikelola menjadi kompos atau sumber energi listrik.

“Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat bagi para pedagang di Pasar Rogojampi dan untuk masyarakat secara luas. Sehingga ke depannya Pasar Rogojampi dapat menjadi pasar percontohan di Banyuwangi”, jelasnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*