Hati-Hati Harga Bitcoin Hingga Etherum Nyungsep, Cek Datanya!

A bitcoin logo is seen at a facility of the Youth and Sports Ministry in Caracas, Venezuela February 23, 2018. REUTERS/Marco Bello

Pasar kripto merah pada perdagangan Senin (28/03/2023) di tengah isu gugatan oleh U.S. Commodity Futures Trading Comission (CTFC) terhadap Kripto BNB dan Founder Changpeng Zhao.

Melansir data dari CoinMarketCap pada pukul 09:27 WIB, Bitcoin pada hari ini cenderung melemah sebesar 3,06% ke posisi harga US$ 27.013,60/koin atau setara dengan Rp 408.025.571/koin (asumsi kurs Rp 15.104/US$). Dalam sepekan terakhir, Bitcoin juga menunjukkan penurunan dari kinerja satu minggu sebesar 3,09%.

Ethereum hari ini juga menunjukkan pelemahan 2,90% ke US$ 1.713.91/koin atau setara dengan Rp 25,887,668/koin. Pelemahan kinerja harga mata uang kripto Ethereum juga terlihat merosot dalam sepekan terakhir sebesar 2,35%.

BNB hari ini merosot cukup besar, atas isu terkait sebesar 5,41% menyentuh harga US$310.46 atau setara Rp 4.689.328 /koin. Dalam janga waktu 7 hari, BNB mengalami pelemahan 7,13%, sehingga kapitalisasi perusahaan saat ini berada pada nilai US$49,02 miliar.

Dalam jangka waktu satu minggu, mata uang kripto yang mengalami penurunan signifikan diantaranya BNB (-7,13%), Polygon (-6,27), dan Bitcoin (-3,09%). Sedangkan, peningkatan signifikan dalam seminggu terakhir dialami oleh XRP (+7,35%).

Gugatan CTFC terhadap Binance dan founder-nya disebabkan Binance tidak mendaftarkan kripto derivatifnya di pasar Amerika Serikat. Sontak, hal tersebut menjadi sentimen penurunan harga kripto BNB Binance pada perdagangan hari ini.

Pemain kripto akan menunggu kepastian dan kelanjutan dari kasus ini untuk memahami lebih dalam. CEO Binance menyatakan kekecewaannya terhadap keputusan CTFC.

Pedagang berdebat terkait masalah ini antara kurangnya likuiditas yang bereaksi signifikan akibat suatu berita melawan pedagang yang mengabaikan tuduhan CTFC.

Dan Gunsberg sebagai co-founder Solana liquidity derivative menyatakan likuiditas yang rendah akan membuat pasar sepi, sehingga mudah terjadi lompatan di pasar dan secara tidak lama berselang terjadi kekosongan likuiditas kembali.

Perdagangan derivative yang desentralisasi mampu bergerak signifikan dalam jangka waktu yang pendek. Namun, terdesentralisasi tidak sepenuhnya bebas aturan, tetapi regulator tetap berwenang untuk mengejarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*