Heboh Macron Minta Eropa “Lepas” dari Amerika, Dekati China?

Presiden Tiongkok Xi Jinping (kiri) dan Presiden Prancis Emmanuel Macron (kanan) mengunjungi taman kediaman Gubernur Guangdong, pada 7 April 2023, tempat tinggal ayah Presiden Tiongkok XI Jinping, XI Zhongxun. (JACQUES WITT/POOL/AFP via Getty Images)

Pertemuan dilakukan antara Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden China Xi Jinping. Tatap muka itu pun menimbulkan “kejutan”.

Bagaimana tidak, Macron mengatakan Eropa harus mengurangi “ketergantungannya” pada Amerika Serikat (AS). Eropa, tegasnya, harus menghindarkan diri dari terseret ke dalam konfrontasi antara China dan AS, atas Taiwan.

Hal itu dikatakan presiden 45 tahun itu, dalam perjalanan pulang usai bertemu selama enam jam dengan Xi. Di mana Macron menekankan teori “otonomi strategis” untuk Eropa, yang mungkin dipimpin oleh Prancis, untuk menjadi negara adikuasa ketiga.

“Risiko besar yang dihadapi Eropa adalah terjebak dalam krisis yang bukan milik kita, yang mencegahnya membangun otonomi strategisnya,” tulis Politico memuat pernyataannya Minggu waktu setempat, dikutip Selasa (10/4/2023),

“Paradoksnya adalah, diliputi kepanikan, kami yakin kami hanyalah pengikut Amerika,” kata Macron lag.

“Pertanyaan yang perlu dijawab oleh orang Eropa… apakah kepentingan kita untuk mempercepat [krisis] di Taiwan? Tidak,” tegasnya.

“Hal yang lebih buruk adalah berpikir bahwa kita orang Eropa harus menjadi pengikut topik ini dan mengambil petunjuk dari agenda AS dan reaksi berlebihan China.”

Diketahui China memang tengah panas dengan Taiwan. Negeri itu memandang Taipe yang demokratis, bagian dari negaranya dan harus dipersatukan.

Hal ini memicu konflik dengan AS. Paman Sam merupakan pendukung utama Taiwan.

Terbaru, “api” dalam hubungan tersebut disulut Taipe saat Presiden Tsai Ing Wen bertemu dengan Ketua DPR AS Kevin McCarthy pekan lalu. Ini berbarengan dengan pekan Macron mengunjungi China.

Namun China menerjunkan latihan militer sebagai tanggapan ke Taiwan setelah perginya pesawat Macron. Orang-orang yang akrab dengan Macron mengatakan ia senang Beijing setidaknya menunggu sampai dia keluar dari wilayah udara China sebelum meluncurkan simulasi latihan pengepungan Taiwan.

Sementara itu, dikutip AFP, kantor kepresidenan di Istana Elysee mengatakan pembicaraan Macron dan Xi Jinping “padat dan jujur”. Disebutkan bahwa Macron khawatir tentang “ketegangan yang meningkat di kawasan” yang dapat menyebabkan “kecelakaan yang mengerikan”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*