Jreeng.. KPK Geledah Apartemen Pimpinan Ditjen Minerba

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membawa koper usai penggeledahan kantor Direktorat Jenderal (Ditjen) Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (27/3/2023). Penggeledahan dilakukan terkait penyidikan kasus korupsi. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tadi malam melakukan penggeledahan di Apartemen milik pimpinan Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM. Adapun Apartemen itu berlokasi di Pakubuwono Residence, Jakarta Selatan (Jaksel).

Sebagaimana diketahui, penyidikan dilakukan imbas dari dugaan korupsi Tunajangan Kerja (Tukin) Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkup Ditjen Minerba.

Nah, atas penggeledahan itu, kabarnya Tim Penyidik KPK menemukan uang pecahan dolar Singapura dan Amerika Serikat (AS). Uang itu diduga terkait dengan kasus dugaan korupsi manipulasi tunjangan kinerja atau tukin pegawai di Kementerian ESDM.

“Kalau rincian nominal uangnya belum ada, masih perlu klarifikasi dulu hari ini. Bentukannya USD sama SGD,” ujar sumber CNNIndonesia, Selasa (28/3/2023).

Penggeledahan tersebut dilakukan tim KPK sejak Senin (27/3) malam hingga Selasa (28/3/2023) dini hari sekitar pukul 04.00 WIB. Petinggi Ditjen Minerba dimaksud turut mendampingi penyidik KPK dalam proses pencarian barang bukti.

Adapun apartemen petinggi Ditjen Minerba ini berlokasi di Pakubuwono Residence, Jakarta Selatan. “Sekitar pukul 04.00 pagi dini hari baru selesai geledah dan ditemukan barbuk seperti uang tunai,” kata sumber tersebut.

Belum ada keterangan resmi dari KPK mengenai hasil geledah kasus dugaan korupsi pembayaran tukin pegawai di Kementerian ESDM tersebut.

Pada, Senin (27/3/2023), tim KPK juga telah menggeledah Kantor Ditjen Minerba Kementerian ESDM di Tebet, Jakarta Selatan dan kantor Kementerian ESDM di Jakarta Pusat.

Sejumlah dokumen termasuk SK pegawai hingga surat perintah pembayaran tukin diamankan tim KPK dari kantor Kementerian ESDM.

Menteri ESDM, Arifin Tasrif buka suara bahwa saat ini pihaknya masih menunggu hasil dari pemeriksaan dari KPK. “Yang Jadi temuan (Tukin) ini memang dari aduan masyarakat dan kita sudah ketahui lalu berproses. Jadi ini kita tunggu hasil dari pemeriksaan,” terang Menteri Arifin di Istana Negara, Selasa (28/3/2023).

Yang terang ia membenarkan adanya indikasi dugaan korupsi dari Tukin tersebut. Maka dari itu, pihaknya akan melakukan lagi pengawasan yang lebih ketat termasuk diantaranya membenahi prosedur yang ada.

“Ada indikasi kurang lebih beberapa orang (yang terlibat dugaan korupsi Tukin,” ungkap Menteri Aririn

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*