LPPF Tiba-tiba Pangkas Buyback 80% Jadi Rp200 M, Kenapa?

Pengunjung berbelanja di Matahari Store dikawasan Jakarta, Senin (30/11/2020). PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF) menutup 6 gerainya hingga akhir tahun ini. Jumlah gerai perusahaan ritel ini akan berkurang dari 153 toko menjadi 147 toko.  (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) merubah nilai atas rencana pembelian kembali (buyback) saham dari yang sebelumnya Rp 1 triliun menjadi Rp 200 miliar.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), informasi terbaru ini mengubah yang telah diumumkan pada tanggal 20 Februari 2023 dan tambahan keterbukaan rencana yang telah diumumkan pada tanggal 10 Maret 2023.

“Perkiraan biaya pembelian kembali saham jumlah biaya yang akan dikeluarkan untuk pelaksanaan pembelian kembali saham adalah maksimal sebesar Rp 200.000.000.000, termasuk biaya perantara pedagang efek dan biaya lainnya sehubungan dengan pembelian kembali saham,” tulis manajemen, Selasa (28/3).

Tambahan keterbukaan informasi ini dibuat dengan merujuk pada Surat dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. S-292/PM.211/2023 perihal tanggapan kedua atas keterbukaan informasi mengenai rencana pembelian kembali saham tertanggal 24 Maret 2023.

Sebelumnya, Corporate Secretary & Legal Director Matahari Department Store Tbk (LPPF) Miranti Hadisusilo menyebut rencana buyback tersebut merupakan salah satu bentuk usaha untuk meningkatkan nilai pemegang saham Perseroan.

Sebaliknnya, bagi perseroan rencana ini akan memberikan keleluasan yang besar kepada perseroan dalam mengelola modal untuk mencapai struktur permodalan yang lebih efisien.

Pada akhir perdagangan Senin (28/3), saham LPPF parkir dizona hijau dengan menguat 1,7% atau 80 poin di level 4.780. Adapun kapitalisasi pasar saat ini mencapai Rp 11,30 triliun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*