Pasar Saham Bikin Deg-degan? Ini Cara Hadapinya

Pasar Saham Bikin Deg-degan? Ini Cara Hadapinya

Pekerja berjalan dengan latar belakang layar pergerakan harga saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (8/4/2022). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari Jumat (8/4) sore ditutup naik 83,46 poin atau 1,17 persen menembus level  7.210. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj.

Sebagai instrumen yang tinggi risiko dan imbal hasil, harga saham di pasaran memang selalu diwarnai oleh volatilitas. Itu sebabnya, butuh ilmu dan kehati-hatian yang cukup tinggi untuk terjun ke instrumen yang satu ini.

Fluktuasi pasar saham memang tidak menentu,  https://hellokas.store/ meski adanya ramalan atau rekomendasi dari para ahli, pasar bisa bergerak tidak sesuai prediksi hingga akhirnya membuat Anda rugi atau sebaliknya.

Namun bagi investor, fluktuasi saham justru bisa menjadi sahabat yang Anda manfaatkan untuk membeli saham di harga murah yang nantinya bakal meningkatkan nilai aset Anda di kemudian hari.

Bagi Anda yang masih merasa tidak tenang dalam menyaksikan naik turunnya nilai saham di portofolio Anda, berikut adalah tips yang bisa Anda terapkan.

Kenapa saham? Kenapa tidak obligasi negara yang memberikan imbal hasil tetap serta bebas gagal bayar, deposito yang mudah diakses, atau emas yang pasti naik dalam jangka panjang?

Sebagian besar dari Anda terjun ke saham karena potensi imbal hasilnya yang luar biasa besar. Namun mungkin saja mereka lupa bahwa, imbal hasil dan risiko berbanding lurus.

Seperti yang dijelaskan di atas, seorang investor seharusnya memahami alasan dan tujuan mereka dalam membeli saham.

Adapun tindakan yang bisa dilakukan ke depan adalah membeli lagi saham tersebut agar nilai rata-rata pembelian bisa turun, dengan uang yang sudah dialokasikan untuk investasi atau menunggu untuk membuat keputusan lain.

Jangan terburu-buru stop loss

Mengapa tidak ada stop loss layaknya trader? Apakah investor dilarang melakukan hal ini?

Trader umumnya melakukan stop loss saat fluktuasi pasar membuat harga saham yang dimilikinya turun dalam beberapa persen. Hal ini dilakukan untuk melindungi modal trading agar tidak tergerus dalam.

Dalam investasi, investor melakukan stop loss jika memang ada hal yang berkaitan dengan kinerja bisnis emiten yang dimilikinya. Misalkan, prospek pertumbuhan tidak lagi cerah seperti dulu, kerugian yang terjadi secara terus menerus, hingga faktor-faktor lain.

Belajar lagi dan lagi

Jangan bergantung 100% pada rekomendasi saham dari teman, saudara, atau pakar-pakar pasar modal lainnya. Jadikanlah hal tersebut sebagai sebuah second opinion saja, dan lakukanlah analisis sendiri terhadap saham-saham Anda.

Bisnis memang selalu berkembang seiring dengan berjalannya waktu, sebagai investor Anda pun harus ikut berkembang memahami hal ini.

Kuasailah analisis fundamental, belajar adalah hal yang wajib dilakukan jika Anda sudah memutuskan untuk terjun ke instrumen ini.

Jika waktu menjadi penghalang Anda untuk belajar, maka pilihlah reksa dana saham atau indeks dan serahkan proses analisis ke ahlinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*