Roller Coaster, IHSG Sesi I Ditutup Terkoreksi 0,16%

Ilustrasi Bursa Efek Indonesia/ IHSG, Senin (22/11/2021) (CNBC Indonesia/Muhammad sabki)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia mengalami penurunan pada perdagangan sesi I hari ini (28/4/23). IHSG turun 0,16% menjadi 6.934,63 secara harian.

Sebanyak 253 saham melemah, 248 saham menguat sementara 209 lainnya mendatar. Hingga istirahat siang, nilai transaksi mencapai sekitar Rp. 5,4 triliun dengan melibatkan 9,4 miliar saham yang berpindah tangan sebanyak 702 ribu kali.

Meski melemah, berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) via Refinitiv mayoritas sektor menguat, hanya empat sektor yang turun dengan sektor Energi memimpin pelemahan sebesar 2,41%.

Hal ini didukung dengan oleh saham Bayan Resources yang terpantau menjadi pemberat utama dengan bobot 17 indeks poin disusul United Tractors 8 sebesar indeks poin.

Penurunan IHSG pada perdagangan sesi I siang ini terjadi di tengah banyaknya sentimen positif yang mengguyur pasar keuangan Indonesia.

Dari luar negeri, cemerlangnya kinerja Wall Street diharapkan menular ke pasar saham Indonesia.

Bursa Wall Street yang semula muram pada awal pekan kini justru berbalik arah menjadi sangat positif menjelang akhir pekan. Kinerja perusahaan teknologi yang di luar ekspektasi membuat pasar meyakini jika sektor tersebut tidak seburuk perkiraan sebelumnya. Kondisi ini diharapkan juga membawa angin segar kepada perusahaan teknologi Tanah Air.

Namun, investor tetap perlu mencermati sejumlah data yang akan rilis pada hari ini. Terutama dari AS, perlambatan ekonomi AS serta persoalan plafon utang pemerintah AS bisa memuat kinerja bursa Tanah Air loyo. Hingga kini, kongres belum juga menyepakati kenaikan plafon utang pemerintah AS.

Perkembangan di AS tentu saja akan berimbas kepada ekonomi Tanah Air, baik langsung atau tidak langsung. AS sendiri hari ini akan mengumumkan sejumlah data penting. Di antaranya adalah data belanja pribadi warga AS untuk Maret serta Michigan consumer sentiment. Kedua data ini sangat penting karena menjadi pertimbangan The Fed dalam menentukan kebijakan moneternya pada pekan depan.

Dari dalam negeri, sentimen positif diharapkan datang dari data realisasi investasi pada kuartal I-2023. Kinerja perusahaan pada kuartal I yang masih kinclong juga diharapkan bisa menopang kinerja IHSG. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi pada kuartal IV-2022 melonjak 30,3% menjadi Rp 314,8 triliun.

Investasi di sektor logam dasar masih menjadi primadona dalam beberapa kuartal terakhir. Namun, perlu disimak pula siapa investor asing terbesar di Indonesia. Sebagai informasi, China merupakan investor asing terbesar pada kuartal IV-2022.

Dalam beberapa kuartal terakhir, sektor logam dasar menjadi primadona hingga mampu melambungkan investasi di Sulawesi Tengah dan Maluku Utara. Menarik untuk dicatat sejauh mana pemulihan ekonomi mampu mendongkrak investasi pada kuartal I-2023 dan sektor-sektor mana yang investasinya tumbuh kuat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*