Sentimen Lagi Bagus, Siap-Siap IHSG Lanjut Naik di Sesi II?

Karyawan beraktivitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (23/11/2022). IHSG ditutup menguat 0,33 persen atau 23,53 poin ke 7.054,12 pada akhir perdagangan, sebanyak 249 saham menguat, 255 saham melemah, dan 199 saham stagnan. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,42% ke 6.737,26 pada perdagangan sesi I Selasa (28/3/2023).

Sebanyak 298 saham menguat, 196 saham melemah sementara 208 lainnya mendatar alias tidak berubah. Hingga istirahat siang, nilai transaksi mencapai sekitar Rp 4,5 triliun dengan melibatkan 16 miliar saham yang berpindah tangan sebanyak 864 ribu kali.

Penguatan IHSG mengikuti bursa saham Amerika Serikat (Wall Street) dan Eropa, di mana sektor perbankan yang sebelumnya gonjang-ganjing kembali menguat.

Dari Wall Street, saham bank First Republic sempat terbang melesat hingga puluhan persen, sebelum berakhir menguat 11,8%. Saham PacWest juga naik 6%. SahamFirst CitizenBancShares Inc. bahkan terbang lebih dari 53%.

Dari Eropa, saham Deutsche Bank yang belakangan menjadi sorotan setelah merosot tajam berbalik menguat 4,7%.

Penguatan tersebut bisa memberikan sentimen positif ke saham perbankan di dalam negeri yang bisa mendorong berlanjutnya penguatan IHSG di sesi II.

Secara teknikal dilihat pada grafik harian, IHSG membentuk pola Double Bottom, yang menjadi sinyal pembalikan arah. Ke depannya, IHSG bisa terus menguat tetapi harus mampu menembus konsisten di atas Neckline pola tersebut di kisaran 6.950.

Untuk pergerakan harian, rerata pergerakan 50 hari (moving average 50/MA 50) di kisaran 6.800 menjadi resisten terdekat, sekaligus target penguatan hari ini.

Penembusan konsisten ke atas MA 50 akan membuka ruang penguatan lebih jauh.

Indikator Stochastic pada grafik 1 jam mulai keluar dari wilayah jenuh beli (overbought), sehingga tekanan koreksi sudah mulai berkurang.

Stochastic merupakan leading indicator, atau indikator yang mengawali pergerakan harga. Ketika Stochastic mencapai wilayah overbought (di atas 80) atau oversold (di bawah 20), maka harga suatu instrumen berpeluang berbalik arah.

Support terdekat berada di 6.700, selama bertahan di atasnya IHSG berpeluang menguat ke 6.750 – 6.780. Tetapi jika support ditembus, IHSG berisiko turun ke 6.680, sebelum menuju 6.650 jika level tersebut ditembus.

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*