Simak! Ini 5 Saham Bank Terboncos Sepanjang Tahun 2023

Simak! Ini 5 Saham Bank Terboncos Sepanjang Tahun 2023

Cover Artikel CNBC Indonesia Best Bank of The Year

Tidak semuanya saham perbankan berkinerja baik sepanjang tahun ini. Beberapa saham perbankan bahkan ada yang berkinerja kurang menggembirakan.

Lima saham perbankan konvensional KBMI 3-4 https://huatkas138.site/ terpantau ada yang berkinerja buruk, didominasi oleh saham yang memiliki kapitalisasi pasar menengah (middle cap).

Berikut lima saham bank konvensional KBMI 3-4 terboncos sepanjang tahun ini.

Saham PT BTPN Syariah Tbk (BTPS) menjadi saham bank yang kinerjanya paling kurang menggembirakan sepanjang tahun ini, yakni ambruk 41,52%. Namun pada perdagangan sesi I Selasa (19/12/2023) hari ini, saham BTPS terpantau melesat 1,85% ke posisi Rp 1.655/unit.

Tidak semua saham perbankan mencetak kinerja baik sepanjang tahun ini. Biasanya, saham-saham perbankan yang berkinerja kurang baik dikarenakan kinerja keuangannya yang masih belum membaik dan beberapa faktor tertentu seperti fundamental saham tersebut yang sudah cenderung mahal dan faktor lainnya.

Terkhusus saham BTPS, kinerja keuangan BTPS pada kuartal III-2023 sejatinya sudah membaik. Laba bersih BTPS pada kuartal III-2023 mencapai Rp 1 triliun. Namun jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, laba bersih BTPS mengalami penurunan sebesar 24%.

Penurunan laba bersih terjadi lantaran meningkatnya biaya pencadangan hampir 89% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Meski begitu, BTPS terus berupaya melakukan berbagai upaya untuk menjaga kinerja tetap sehat di tengah kondisi pascapandemi Covid-19 yang masih menantang.

Dari segi pembiayaan, hingga kuartal III-2023, BTPS mampu membukukanpembiayaan kepada masyarakat inklusi mencapai Rp11,9 triliun dan laba bersih setelah pajak mencapai Rp1triliun.

Selain itu,BTPN Syariahjuga mampumencatatkan rasio-rasio yang sehat, denganreturn of asset(RoA) 7,8% serta rasio kecukupan modal (CAR)sebesar 49,7% atau di atas ketentuan dan rata-rata industri bank syariah.

Sejatinya, saham perbankan cenderung bangkit beberapa bulan menjelang berakhirnya 2023. Hal ini karena membaiknya sentimen global mulai dari meredanya inflasi global (di Amerika Serikat), mulai ditahannya suku bunga acuan bank sentral utama, dan lain-lainnya.

Apalagi, adanya fenomena window dressing dan tahun Pemilu juga ikut menggairahkan kembali saham-saham perbankan utamanya perbankan konvensional KBMI 3-4.

Adapun window dressing sendiri adalah strategi yang digunakan oleh para Manajer Investasi untuk memperindah portofolio sahamnya sebelum di presentasikan ke pemegang saham atau klien.

Para Manajer Investasi biasanya mulai melirik saham perbankan di akhir tahun karena secara historis, pergerakan saham perbankan cenderung positif pada akhir tahun.

Sudah ada window dressing, ditambah pula adanya masa kampanye dan Pemilu juga dapat menggairahkan saham perbankan. Secara historis, setidaknya selama dua kali Pemilu sebelumnya, saham perbankan cenderung cerah karena perputaran uang beredar cenderung meningkat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*